Minggu, 18 Mei 2014

PEDOMAN PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE 106 TAHUN 2014, TEMA “MAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI KERJA NYATA DALAM SUASANA KEHARMONISAN DAN KEMAJEMUKAN BANGSA”


Kegiatan Upacara bendera yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 106 Tahun Kebangkitan Nasional tahun 2014 yang dilaksanakan secara serentak pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2014 oleh seluruh karyawan Kantor/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Swasta di seluruh Indonesia, seluruh Lembaga Pendidikan di semua tingkatan baik negeri maupun swasta, Kantor Lembaga Negara, serta seluruh Kantor Perwakilan RI/Kedutaan Besar yang ada di luar negeri.

Tujuan peringatan 106 tahun Kebangkitan Nasional adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai NKRI.

Tema Peringatan 106 Tahun Kebangkitan Nasional adalahMAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI KERJA NYATA DALAM SUASANA  KEHARMONISAN DAN KEMAJEMUKAN BANGSA”, dengan Sub tema: Menegakkan Demokrasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam penyelenggaraan Pemilu yang Jujur, Adil, dan Berkualitas. Berikut links untuk download dokumen-dokumen penting terkait Peringatan Harkitnas ke-106 tahun 2014 :

1.   Download Sambutan Menteri Kominfo RI Harkitnas tahun 2014.      
     .
4.   Download Pedoman Harkitnas ke-106 tahun 2014.     


Berikut kutipan Indonesia sebagai sebuah Negara Demokrasi semakin berkembang untuk menjelma menjadi sebuah negara maju, negara yang diperhitungkan di kawasan Asia-Pasifik bahkan di dunia internasional. Peran Indonesia di tengah percaturan global semakin nyata, sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

Fakta menunjukkan bahwa dalam berbagai hal, Indonesia hadir dengan konsep yang diterima oleh berbagai negara. Indonesia memprakarsai Bali Democracy Forum, sebuah forum yang membicarakan tentang pentingnya menjaga demokrasi dalam setiap pemerintahan. Indonesia ditunjuk sebagai Ketua Open Government Partnership (OGP) dan Indonesia telah sukses dalam menyelenggarakan forum-forum internasional, seperti ASEAN Summit pada tahun 2011 dan APEC pada tahun 2013.

Apa yang telah dicapai di atas, itu adalah buah dari makna kebangkitan nasional yang telah digagas sejak tahun 1908 oleh Boedi Oetomo dkk, yang secara berturut-turut menorehkan sejarah perjuangan Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945 hingga saat ini. Langkah-langkah kebangkitan terus maju, hidup, dan berkembang, seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baru saja kita sukses menyelenggarakan pesta demokrasi, Pemilihan Umum Legislatif dan anggota Perwakilan Daerah, yang akan disusul dengan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden untuk periode berikutnya.

Seiring dengan tema penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, kita lebih memfokuskan pada pemaknaan Kebangkitan Nasional dengan Kerja Nyata, bukan pengembangan wacana. Tuntutan perkembangan untuk terus maju menjadi pemicu pentingnya merealisasikan kebangkitan dengan kerja nyata tersebut.

Namun perlu kita sadari bahwa tantangan yang kita hadapi ke depan juga nyata, yaitu potensi disharmoni sebagai ancaman yang sangat heterogen. Kemajemukan adalah sebuah potensi, potensi kekuatan bila dikelola dengan baik, dan potensi perpecahan bila tidak dipelihara. Kata kunci dalam konteks ini adalah keteguhan hati dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah terbukti mencegah kita dari perpecahan dan menguatkan kita dalam ikatan Negara Kesatuan RI.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 106 tahun 2014 hadir membawa pesan, yaitu Keharmonisan dalam kemajemukan di atas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Referensi artikel : Kepmenkominfo No. 489 Tahun 2014 - http://www.kebangkitan-nasional.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar