Senin, 03 Maret 2014

CARA CERDAS MENEMUKAN WEBSITE / SITUS ONLINE YANG MEMUAT ARTIKEL TENTANG INFORMASI YANG SEDANG DICARI DI INTERNET

Sahabat… Mungkin Anda pernah mencari informasi yang mungkin sedang dicari serta berhasil menemukan situs online yang membahas tuntas tentang pencarian, dan ada kalanya juga kita tidak kunjung menemukan bertemu dengan situs yang relevan dengan informasi yang kita harapkan.

Lalu bagaimana cara agar kita dapat menemukan artikel ataupun info yang tepat terkait dengan sesuatu yang sedang kita cari tersebut? Berikut tips singkat untuk menemukan situs / media online yang memberikan informasi sesuai dengan pencarian Anda.

Jika telah menggunakan tips ini, ternyata pada hasil mesin pencari tidak muncul, maka dipastikan memang artikel terkait pencarian Anda tersebut belum tersedia di internet (belum dipublikasikan untuk publik oleh penulisnya). Berikut tips cerdas untuk menemukan informasi yang tepat seperti yang sedang Anda butuhkan :

1.      Gunakan mesin pencari terhandal www.google.com.

2.      Input teks pada kolom pencarian dengan susunan huruf lengkap, benar, dan tanpa disingkat. Misalnya, Anda akan mencari informasi mengenai Aplikasi Dapodikdas 2013, maka masukkan kata kunci yang sama serta lengkap, atau setidak-tidaknya Dapodikdas 2013 ataupun aplikasi Dapodikdas 2013 :


3.      Untuk input teks / huruf pada kotak pencarian, huruf kapital (besar) maupun huruf kecil, tidak berpengaruh pada hasil penelusuran mesin pencari. Yang penting input teks dengan susunan huruf yang benar dan lengkap. Contoh : “materi pelajaran pkn smp kelas 8”, maka akan muncul pada results search engine :


4.      Pilih judul artikel pada daftar hasil pencarian dengan judul yang sama dengan teks dicari (biasanya terdapat pada daftar urutan teratas, seperti pada gambar-gambar di atas.

Demikian informasi singkat tentang cara menemukan blog / situs yang menyediakan informasi terkait info yang sedang dicari. Semoga bermanfaat dan terimakasih…

KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DITARGETKAN SELESAI PADA MARET 2014


Pemerintah serius merancang kurikulum khusus untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) atau difabel. Ditargetkan, pada Maret 2014 mendatang kurikulum tersebut sudah selesai.

"Kurikulum diperkirakan selesai pada bulan depan," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Musliar Kasim kepada Republika, Rabu (19/2). Sehingga penerapannya bisa dilakukan pada 2014.

Kurikulum untuk difabel ini, lanjut Musliar tetap mengacu pada kurikulum 2013. Sehingga harapannya anak-anak difabel mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) dapat mengeyam pendidikan yang sama dengan pelajar lainnya.

Musliar mengatakan, komponen kurikulum yang disiapkan mulai dari materi inti, kompetensi dasar, dan silabus. Setelah kurikulum ABK selesai tahap selanjutnya yakni membuat buku-buku panduan baik siswa maupun guru. Untuk menyusun buku itu akan melibatkan guru, kepala sekolah dan sejumlah pakar pendidikan.

Diterangkan Musliar, kurikulum dan buku-buku tersebut diperuntukkan bagi ABK dengan lima jenis ketunaan tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Kekhusannya melekat pada masing-masing ketunaan seperti tuna netra dalam hal membaca maka kurikulumnya mengacu pada pembelajaran melalui braile.

Targetnya, lanjut Musliar, para anak difabel dapat bersekolah di mana pun sesuai dengan kemampuannya. Termasuk di antaranya di sekolah regular dengan pendidikan inklusifnya. Di mana tenaga pengajar di sekolah tersebut sudah disiapkan dan dibantu dengan buku panduan yang disiapkan pemerintah.

Sementara  kata Musliar, untuk difabel dengan hambatan intelektual, maka menggunakan kurikulum pendidikan khusus. Anak tersebut dapat dimasukan pada sekolah luar biasa atau regular dengan kelas khusus.

Sumber gambar dan artikel :
Reporter : Riga Nurul Iman, Redaktur : Muhammad Hafil.

Minggu, 02 Maret 2014

CEK LAPOR TUNJANGAN DIKDAS SECARA ONLINE UNTUK MENGETAHUI INFO PTK 2014 DARI UPDATE DATA TERAKHIR / LAST UPDATE BSD P2TK


Sahabat…, setelah file hasil backup data dari aplikasi BSD (Backup Sinkron Dapodik) P2TK Dikdas tahun 2014 telah kita kirimkan ke Operator Tunjangan Disdik Kabupaten / Kota setempat. Untuk sementara ini kita wait and see mode on, sambil cek & ricek kembali data-data di aplikasi (siapa tahu masih ada poin-poin penting yang perlu ada perbaikan) hingga Rakor BSD berakhir tanggal 6 Maret 2014.

Lapor Tunjangan Dikdas adalah fasilitas baru yang disediakan oleh P2TK Dirjen Dikdas bagi seluruh Operator Sekolah Dikdas maupun Guru / Pendidik untuk melihat hasil verifikasi dari seluruh data-data yang telah diinputkan ke dalam aplikasi Dapodikdas 2013 sebelumnya, untuk saat ini khusus terkait aneka tunjangan bagi guru / pendidik telah diakomodir dengan aplikasi BSD 2014 dari P2TK Dikdas.

Namun, untuk sementara ini memang tampilan data yang diambil terakhir sebagiannya masih data lama (bukan data terakhir berhasil sinkron ke server P2TK Dikdas), tak terkecuali terjadi pada saya juga. Seandainya pun sudah terupdate nanti, ada kemungkinan besar last update / update data terakhir akan diambil dari BSD (bagi sekolah-sekolah yang sudah terkirim …*.std dari aplikasi BSD ke P2TK Dikdas via Operator Tunjangan Profesi Disdik Kabupaten / Kota masing-masing) dengan adanya keterangan dalam tabel Update data terakhir tertera rincian waktu sync BSD pada bagian Data Individu Berdasarkan Dapodik seperti pada gambar di atas .

Berikut links untuk melihat hasil pengiriman BSD 2014 ( file yang telah kita kirim berupa data yang berekstensi …*.std  dengan kapasitas file harus lebih dari 1 kb kepada masing-masing Operator Tunjangan Profesi Disdik Kabupaten / Kota sebelumnya) pada halaman “Lapor Tunjangan Dikdas” pada salah satu links berikut ini :
  • Lembar info verifikasi data PTK dari BSD 2014 pada links 1
  • Lembar info verifikasi data PTK dari BSD 2014 pada links 2
  • Lembar info verifikasi data PTK dari BSD 2014 pada links 3
  • Lembar info verifikasi data PTK dari BSD 2014 pada links 4
  • Cek SKTP yang sudah terbit 2014, klik di sini

Demikian info singkat mengenai cara cek hasil pengiriman backup BSD 2014 pada halaman lembar info verifikasi guru / pendidik (insya akan akan mulai terupdate dari data terakhir BSD mulai tanggal 7 Maret 2014). Semoga bermanfaat dan terimakasih......

BEASISWA PENDIDIKAN DAHLAN ISKAN SENILAI RP. 45 MILLIAR RUPIAH - GELOMBANG 1, PENDAFTARAN PALING LAMBAT 31 MARET 2014


Program Beasiswa Dahlan Iskan merupakan program kerjasama antara JPNN (Jawa Pos National Network), Dahlan Iskan Foundation dan Surya University. Program Beasiswa S1 di Surya University ini terbuka bagi siswa/I berprestasi lulusan SMA dan sederajat, jurusan IPA/IPS di seluruh Indonesia, untuk tahun akademik 2014-2015.

Syarat dan Ketentuan :

1.  Siswa/i lulusan SMA dan sederajat jurusan IPA/IPS di seluruh Indonesia.
2.  Nilai rata-rata Raport kelas 10 dan 11, minimal 8.
3.  Lulus Tes Seleksi yang diadakan oleh Panitia Beasiswa Dahlan Iskan.
4.  Program Beasiswa hanya mencakup biaya studi.
5.  Pendaftaran Program Beasiswa berlangsung sampai dengan periode 31 Maret 2014.

Prosedur Pendaftaran, Untuk Seleksi Tahap I Kirim :

1.  Fotokopi Raport SMA kelas 10 s.d 12 yang sudah dilegalisir.
2.  2 ( dua) lembar Fotokopi tanda pengenal (KTP/ SIM/KartuPelajar).
3.  4 (empat) lembar pas foto ukuran 3 x 4 cm berwarna.
4.  1 (satu) lembar fotokopi Akte Kelahiran / Surat Tanda Lahir.

Bagi yang lolos seleksi administratif akan diumumkan dan akan dipanggil untuk mengikuti tes seleksi yang akan diumumkan di media ini. Untuk mengisi formulir pendaftaran dan informasi selengkapnya, silahkan kunjungi Jawa Pos National Network.

SERIBU SATU KISAH PENERIMA BEASISWA - KEBANGKITAN KAUM DU’AFA, BIDIKMISI MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN


Kisah para penerima Bidikmisi ini begitu menyentuh dan inspiratif, karena yang mereka sampaikan adalah realitas, bukan sekadar retorika indah buatan para motivator.

Bersamaan dengan acara silaturahim penerimaan Bidikmisi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyerahkan buku kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus meluncurkan buku berjudul 'Kebangkitan Kaum Duafa, Bidikmisi Memutus Mata Rantai Kemiskinan'. Buku ini berisi sebagian kisah para penerima Bidikmisi.

Disebutkan dalam buku itu, ada dua hambatan besar anak-anak keluarga miskin tidak memasuki gerbang pendidikan tinggi. Pertama, jelas betul, faktor ketiadaan biaya. Kedua, yang merupakan dampak dari faktor pertama, anak-anak keluarga miskin kebanyakan tidak berani mencanangkan impiannya hingga tinggi. 

Untungnya, kini pintu-pintu akses pendidikan untuk mereka telah dibuka, bahkan akses tersebut akan senantiasa ditingkatkan efektivitasnya. Program bantuan Bidikmisi adalah salah satu di antaranya.

Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada mahasiswa dari keluarga ekonomi terbatas tapi memiliki potensi akademik memadai.

Sejak pintu akses dibuka pada 2010, sebanyak 149.180 mahasiswa (sampai tahun akademik 2013/2012) anak keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan tinggi di berbagai kampus terkenal di Indonesia, termasuk di perguruan tinggi swasta yang dimulai sejak 2012. Mereka terbukti dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, bahkan banyak di antara mereka yang mampu berprestasi.

Saharuddin misalnya, peraih IP 4,00 dari Politeknik Negeri Pangkep dan didapuk mahasiswa yang lulus paling. Padahal, dia berasal dari keluarga petani miskin.

Tirza Puji Syukur asal Bojonegoro pun demikian. Puji selama lima semester berturut-turut di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mampu mempertahankan IP 4,00. Rekannya, sesama penerima Bidikmisi dari fakultas dan universitas yang sama, Risma Pratiwi, juga mampu mengukir prestasi IPK 3,9. Itu juga yang diraih oleh Ria Rossi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada dengan IPK 3,97.

Winda Patrani Senduk memperoleh IPK 3,93. Peserta Bidikmisi angkatan 2011 asal Sulawesi Utara ini kuliah di Universitas Manado Program Studi Pendidikan Ekonomi. Masih dari Sulawesi Utara, ada Markus Pantouw yang menimba ilmu di Politeknik Negeri Manado, Program Studi D4 Akuntansi Keuangan. Pria kelahiran Desa Talawaan, Kab. Minahasa Utara, ini masuk tahun 2011 dengan IPK 3,89.

Bagai keajaiban

Selain prestasi akademik, penerima Bidikmisi ternyata juga mendapat berbagai penghargaan dan aktif mengikuti organisasi kampus dan kegiatan berskala nasional, bahkan internasional. Rina Febriyani, mahasiswi Pendidikan Akuntansi Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Bandung misalnya. Rina dapat mengikuti International Cultural Summit, Indonesia Model of United Nation (IMUN), juga acara kepemudaan Global Youth Voice Conference.

Tak hanya Rina. Prestasi lainnya juga diraih Septi Setiawati, mahasiswi Politeknik Bandung, Program Studi D3-Teknik Informatika mendapat Medallion for Excellence dari London dalam rangka Worldskills Competition 2011.

Memang, bagi para penerima Bidikmisi, program beasiswa tersebut merupakan berkah dan anugerah tak terkira. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai sebuah keajaiban, Tuhan Maha Kaya.

Betapa tidak. Mereka adalah anak-anak miskin dari berbagai daerah Indonesia, termasuk dari daerah terpenci. Mereka, seolah-olah, dipersilakan seketika untuk memasuki pintu gerbang perguruan tinggi di kota dengan gratis. Bahkan, mereka juga mendapatkan uang saku atau biaya hidup.

Ya, kisah-kisah kebahagiaan dan rasa bersyukur mereka memang tergambar kuat di buku ini. Mereka bertutur tentang kondisi keluarga, himpitan ekonomi, dan impian yang kini berani dipeluknya. Kisah mereka begitu menyentuh dan inspiratif, karena yang mereka sampaikan adalah realitas, bukan sekadar retorika indah buatan para motivator.

Mereka juga pontang-panting mengurus segala persyaratan, mulai dari foto keluarga, foto rumah, maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM). Bahkan, ada yang nyaris gagal hanya lantaran tak bisa menunjukkan fotokopi surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bagaimana bisa punya, rumah sederhana yang dihuni itupun statusnya cuma mengontrak? Calon mahasiswa ini juga harus lari ke warnet untuk mendaftar secara online atau tidur di musala karena tak punya sanak saudara di kota.

Yang penting sekolah

Mereka adalah anak keluarga susah. Ayah mereka bekerja sebagai sopir, buruh serabutan, tukang tagih nasabah koperasi, nelayan, hingga kuli di pasar tradisional yang penghasilannya tak lebih dari Rp 10 ribu per hari.

Hidup mereka serba kekurangan, namun mereka tinggal dalam perhatian dan kasih sayang orangtua yang berlimpah. Orangtua yang rela menghilang beberapa hari untuk ngebut memulung botol plastik, agar tunggakan SPP anaknya segera terlunasi, supaya anak-anaknya bisa ikut ujian dan tidak dipermalukan temannya. Orangtua yang tak banyak bicara, tetapi tak henti menggumamkan doa.

"Yang penting bisa kamu sekolah, biar hidupmu tidak susah seperti kami," begitu rata-rata pengakuan mereka.

Setelah menerima Bidikmisi dan berkuliah, bukan berarti selesai semua masalah anak-anak itu. Mahasiswa Bidikmisi harus berjuang meraih nilai tinggi dan sanggup hidup dengan uang saku Rp600 ribu per bulan. Ada kalanya uang bulanan itu terlambat cair, maka seribu jurus survival mereka lakukan, mulai dari jalan pintas ngutang ke teman, memberi les privat, menjahit kerudung, menjual suara, hingga menjadi motivator muda. 

Yang menarik, uang bulanan dari Pemerintah itu ternyata tidak dinikmati sendiri. Mana tega, jika di kampung adik-adik juga butuh biaya? Walhasil, manfaat uang Bidikmisi menjadi berganda, yang menggelinding bagai dana bergulir.

Phillip Anggo Krisbiantoro, mahasiswa Universitas Gajahmada Yogyakarta, ini misalnya. Philip mengaku rela berbagi dengan tiga adiknya di desa. Dia harus turut menopang ekonomi keluarga karena ayahnya hanya kuli bangunan dan ibunya seorang pembantu rumah tangga.

"Walau dapat Bidikmisi, makan saya masih kurang karena saya harus membagi uang dengan adik-adik saya. Jadi, bantuan Rp 600 ribu itu saya bagi dua. Untuk biaya sekolah ketiga adik saya dan biaya hidup saya," katanya di hadapan Mendikbud Mohammad Nuh.

Gugum Gumilar juga demikian. Penerima Bidikmisi tahun 2011 di Universitas Negeri Jakarta ini merasa perlu berbagi rezeki dengan adik-adiknya. Bahkan, ada juga mahasiswa yang cerdik menyisihkan sebagian uang Bidikmisi untuk membesarkan warung bakso ayahnya sehingga lebih layak dan jadi meningkat omzetnya.

Begitulah, setelah akses dibuka, hasilnya demikian nyata. Mereka berharap agar ke depan makin banyak anak keluarga tidak mampu yang dapat dibiayai Bidikmisi. Harapan ini bak gayung bersambut. 

Memang, ini bukan basa-basi. Keberadaan program Bidikmisi ini sudah tersurat dalam Undang-undang No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 74 ayat (1) yang menegaskan, “PTN wajib mencari dan menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi dan calon mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, untuk diterima paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari mahasiswa baru yang diterima dan tersebar pada semua program studi".

Kini, karena sudah tercantum di UU (bukan hanya Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah), berarti kebijakan tentang pendidikan tinggi bagi keluarga miskin bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab negara. Sebuah peluang emas bagi anak keluarga tidak mampu untuk mengembangkan potensi dan menggapai harapan.

Inilah kebangkitan kaum duafa. Karena telah dibiayai oleh negara, kelak mereka pasti tergerak untuk membalas budi kepada bangsanya. Menjadi generasi yang turut mengibarkan panji merah putih lebih tinggi-tinggi.

LOMBA KARYA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014 TEMA “MOZAIK NUSANTARA” DIREKTORAT PEMBINAAN KESENIAN DAN PERFILMAN KEMDIKBUD, PALING LAMBAT 29 AGUSTUS 2014


1.   Lomba terbuka untuk seluruh seniman perajin batik di Indonesia dan berkolaborasi dengan pelajar serta tidak dipungut biaya.

2.   Karya yang dilombakan dalam bentuk jadi di atas kain disertai dengan deskripsi karya mencakup : Judul, konsep, bahan, teknik, pewarnaan, fungsi, dan identitas diri.

3.   Karya yang dikirim adalah hasil karya bersama dan bukan karya plagiat.

4.   Kolaborasi antara seniman / perajin batik dan pelajar harus dibuktikan dengan mengirimkan foto kegiatan kerjasama tersebut dan mempresentasikan pada saat penjurian di Jakarta.

5.   Lomba terdiri atas 2 kategori : Kategori Fashion & Kategori Interior.

6.   Untuk kategori Fashion dapat dibuat di atas kain panjang, selendang, kerudung, dll. Untuk kategori Interior dibuat di atas kain dalam bentuk taplak meja, sarung bantal, sprei, gordyn, dll.

7.   Pewarnaan batik menggunakan warna kimia dan / atau alami dengan teknik pencelupan, coletan atau kombinasi keduanya.

8.   Karya belum pernah mendapatkan penghargaan dalam Iomba seni batik tingkat nasional maupun internasional.

9.   Peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya per kategori.

10. Kriteria penilaian meliputi : kesesuaian tema, estetis, dan penguasaan teknik batik.

11. Karya seni batik dikirimkan ke alamat :
Subdit Pembinaan Seni Rupa, Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 9,
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan-Jakarta.

12. Karya peserta paling lambat diterima oleh panitia pada tanggal 29 Agustus 2014 (cap pos).

13. Seluruh karya peserta akan dikembalikan setelah kegiatan selesai. Hak Cipta melekat pada peserta Iomba. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diberikan hak untuk mempublikasikan untuk kepentingan non komersil.

14. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah seleksi apabila dianggap melakukan kecurangan.

15. Lomba akan memilih masing-masing 10 nominator setiap kategori, dan akan dipanggil untuk mempresentasikan hasil karya masing-masing.

16. Masing-masing nominator dari 2 kategori akan dinilai oleh Dewan Juri, untuk menentukan pemenang.

17. Pemenang akan diumumkan oleh Dewan Juri pada tanggal 2 Oktober 2014 di Surakarta.

18. Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

19. Penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang pada tanggal 2 Oktober 2014.

20. Pajak hadiah ditanggung pemenang.

21. Panitia akan menanggung biaya transportasi (dari daerah asal ke Surakarta P.P) transportasi lokal, akomodasi dan konsumsi selama 4 hari untuk peserta (2 orang) yang terpilih sebagai nominator.

22.Hadiah untuk masing-masing kategori :
  • Juaral : Rp. 15.000.000,-
  • Juara ll : Rp. 12.000.000,-
  • Juara Ill : Rp. 10.000.000,-
  • Juara Harapan I : Rp. 8.000.000,-
  • Juara Harapan ll : Rp. 5.000.000,-

23.Koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Tanti: 085749411260, Soraya: 081281588528

INFO LOMBA TERBARU KEMDIKBUD 2014 - LOMBA FOTO DAN PENULISAN ARTIKEL DAN FEATURE BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, PENGUMUMAN 10 MEI 2014


Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto, Penulisan Artikel dan Feature Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014. Tema Lomba adalah: "MENDIDIK SEJAK DINI, SEKOLAH SETINGGI MUNGKIN, MENJANGKAU LEBIH LUAS

A. LOMBA FOTO BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014.

Tema Lomba adalah:

Mendidik Sejak Dini, Sekolah Setinggi Mungkin, Menjangkau Lebih Luas

Subtema :

1.  Pendidikan Anak Usia Dini – Satu desa Satu PAUD;

2.  Pendidikan Menengah Universal, Pendidikan Tinggi, Kurikulum 2013;

3.  Pendirian Akademi Komunitas dan PTN Baru, Bidikmisi, BSM, BOS, BOS-SM, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Keaksaraan.

Kriteria Lomba :

1.   Kategori lomba foto meliputi: pelajar/mahasiswa; umum/profesional; dan wartawan. Karya wartawan sudah pernah dimuat di media cetak atau media online, disertakan bukti pemuatan dan melampirkan kartu pers.

2.  Foto adalah karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari foto terbukti bukan karya asli.

3. Foto belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

4.    Fotografer bukan pegawai Kemdikbud Pusat.

5.    Fotografer belum pernah menang pada lomba yang diadakan oleh Kemdikbud.

6.   Melampirkan identitas pengirim (nama, alamat, email, dan nomor telepon).

7.   Pengiriman foto dalam bentuk file dengan ukuran 1,25 MB, resolusi 72 per inch, berwarna (full colour), dan di buat pada masa 1 Januari s.d 10 April 2014, ke email: lombafoto@kemdikbud.go.id, paling lambat tanggal 10 April 2014 pukul 16.00 WIB.

8.   Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.

9. Panitia berhak menggunakan foto yang diikutsertakan dalam lomba untuk kepentingan publikasi Kemdikbud.

10.  Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id pada Mei 2014.

11. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:

  • Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)

  • Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)

  • Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)

12.    Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.


B. LOMBA PENULISAN ARTIKEL DAN FEATURES BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel dan Features Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014.

Tema Lomba adalah:

Mendidik Sejak Dini, Sekolah Setinggi Mungkin, Menjangkau Lebih Luas

Subtema:

1.    Pendidikan Anak Usia Dini – Satu desa Satu PAUD;

2.    Pendidikan Menengah Universal dan Pendidikan Tinggi, Kurikulum 2013;

3.   Pendirian Akademi Komunitas dan PTN Baru, Bidikmisi, BSM, BOS, BOS-SM, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Kriteria Lomba:

1.   Penulisan artikel terbuka untuk umum sedangkan penulisan karangan khas (features) untuk wartawan media cetak.

2.  Artikel dan features adalah karya asli. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari tulisan terbukti bukan karya asli.

3. Artikel dan features belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

4.   Artikel dan feature dimuat pada media massa cetak yang terbit di Indonesia. Kategori Artikel dimuat pada periode 1 November 2013 s.d 10 April 2014, sedangkan kategori Features dimuat pada periode 1 Januari s.d 10 April 2014.

5.   Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

6. Pengiriman naskah artikel dan features dilampirkan bukti pemuatan serta fotokopi identitas, paling lambat tanggal 10 April 2014 (cap pos) dan diterima panitia paling lambat tanggal 14 April 2014, dikirim ke alamat panitia lomba: Pusat Informasi dan Humas, Gedung C lt. 4, Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

7.   Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan features.

8.   Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id pada 9 Mei 2014.

9.  Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:

  • Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)

  • Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)

  • Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)

10.    Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Jakarta. 28 Februari 2014 - Panitia Lomba - Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat